• Search
  • Menu
Home » Kolom

Ketika Jakarta Dikepung Banjir

oleh: Ahmad Wijaya

*Pemerhati

Senin, 09-02-2015 • 17:10 WIB
Ketika Jakarta Dikepung Banjir

Covesia.com - Seolah sudah menjadi tamu langganan, banjir kembali melanda Jakarta. Setelah sejak dini hari (Senin) hingga siang hari hujan turun tanpa henti, sejumlah lokasi di DKI Jakarta akhirnya banjir.

Bagi pekerja yang mengendarai mobil yang sudah terlanjur meninggalkan rumah menuju kantor banyak yang terjebak dijalanan. Mau meneruskan perjalanan banjir sudah menghadang, sementara kembali ke rumah juga sulit karena jalanan sudah banyak yang banjir.

Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, yang merupakan jalan protokol tak luput tergenang air cukup tinggi akibat curah hujan yang turun sejak dini hari tak berhenti, sehingga terjadi kemacetan luar biasa mengingat mobil harus berjalan perlahan-lahan bahkan di antaranya ada yang mogok.

Genangan air tinggi sekitar setengah meter terjadi di depan Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) arah Bundaran Air Mancur Bank Indonesia mengakibatkan banyak mobil terhenti di situ, mengingat kebanyakan pengemudi tak berani menerobos genangan air.

Hanya Bus Trans Jakarta, Metro Mini, dan truk masih berani menerobos genangan air, sementara mobil sedan hampir tak ada yang berani menerobos. Ada beberapa kendaraan jenis sedan yang mencoba menerobos genangan, tapi akhirnya mogok.

Jalan MH Thamrin di depan Gedung Bank Indonesia juga terlihat tergenang air walau hanya sebagian saja, namun terlihat sepi karena kendaraan bermotor hampir semua tertahan di depan Gedung BPPT, menunggu air surut.

Sementara Jln. MH Thamrin arah Bundaran Selamat Datang juga tampak tergenang air yang berwarna kecoklatan sekalipun tak setinggi di sisi kanan, sehingga masih bisa dilalui kendaraan bermotor walau harus berjalan perlahan.

Sejumlah jalanan di sekitar Jalan HM Thamrin juga tergenang, seperti Jalan Kebon Sirih menyebabkan jalan tersebut sepi dari hari- hari biasanya.

Di Jalan Kebon Sirih bahkan nyaris tak terlihat kendaraan roda empat pribadi yang melintas, hanya dilintasi beberapa sepeda motor saja. Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Budi Kemuliaan, walaupun tak terlalu parah, tapi genangan air juga terjadi di situ sehingga kendaraan yang melintas harus melambat.

Banjir juga menggenang kawasan Sunter Jaya, Jakarta Utara, dengan ketinggian air bervariasi dengan 40 cm sampai dengan 50 cm.

Berdasarkan pantauan di lapangan, banjir setinggi 40 cm sampai dengan 50 cm menggenangi Jalan Sunter Jaya sehingga membuat beberapa pengendara motor terpaksa menepi.

Di Jalan Sunter Jaya ke arah Sunter Kemayoran tergenang air antara 30 cm dan 50 cm. Sedangkan Jalan Sunter Kemayoran menuju ke Jalan Letjen Suprapto tergenang air setinggi 40 cm hingga 50 cm.

Sedangkan Jalan Yos Sudarso arah Tanjung Priok banjir tergenang sekitar 40 cm. Sementara itu, di jalur lambat Jalan Yos Sudarso ke arah Cempaka Putih air tergenang setinggi 40 cm. Banjir setinggi 40 cm tersebut mengakibatkan lalu lintas kedua arah tersendat.

Di Jalan Danau Sunter Utara tergenang air setinggi 30 cm sampai dengan 40 cm. Sedangkan di Jalan Danau Sunter tergenang air setinggi 20 cm.

Sementara itu, Jalan Boulevard Artha Gading tergenang air antara setinggi 30 cm dan 40 cm. Sedangkan Jalan Boulevard Utara Kelapa Gading banjir tergenang setinggi 30 cm.

Selain itu, Jalan Letjen R Suprapto menuju ke arah Senen terendam banjir setinggi 30 cm hingga 40 cm.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 12 kelurahan di wilayah Ibu Kota terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (8/2) malam hingga Senin siang.

"Karena hujan deras yang terus mengguyur Kota Jakarta dari tadi malam, terdapat sebanyak 12 kelurahan yang terdiri atas 53 RW yang terendam banjir," kata Kepala Bidang Informatika dan Pengendalian BPBD DKI Bambang Suryaputra di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin.

Menurut Bambang, banjir terjadi secara tersebar di wilayah DKI Jakarta dengan ketinggian permukaan air yang berbeda-beda, yaitu berkisar antara lima hingga 60 centimeter (cm).

"Sampai dengan saat ini, kami mencatat banjir telah melanda pemukiman warga di tiga wilayah, antara lain Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara," ujar Bambang.

Dia menuturkan di wilayah Jakarta Pusat, banjir telah melanda Kelurahan Petojo Utara setinggi 10-20 cm, Kelurahan Galur 15-50 cm, Kelurahan Johar Baru 15-50 cm, Kelurahan Gondangdia 5-10 cm, Kelurahan Serdang 10-40 cm, Kelurahan Menteng 15-50 cm, Kelurahan Pasar Baru lima-15 cm dan Kelurahan Petamburan 30-40 cm.

Selanjutnya, banjir yang melanda wilayah Jakarta Barat terjadi di dua lokasi, antara lain Kelurahan Cengkareng Timur setinggi 10-40 cm dan Kelurahan Kapuk setinggi 10-60 cm.

Sementara itu, banjir yang melanda wilayah Jakarta Utara terjadi di Kelurahan Rorotan setinggi lima-20 cm serta Kelurahan Sunter Agung setinggi 5-40 cm.

Meskipun demikian, dia mengatakan hingga kini warga masih bertahan di tempat tinggalnya masing-masing dan belum ada yang mengungsi.

"Karena ketinggian air masih berkisar antara lima sampai 60 cm. Kondisi ini belum mengkhawatirkan. Jadi, belum ada warga yang mengungsi. Biasanya, warga hanya mengungsi ke lantai dua di rumahnya," ungkap Bambang.

Makin dikepung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa Ibu Kota DKI Jakarta semakin dikepung banjir dengan ketinggian air yang terus meningkat di beberapa wilayah.

"Khususya di Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Barat," tutur Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan, hingga kini hujan deras masih terus turun. Diperkirakan hingga sore nanti hujan deras masih akan turun.

"Pada Senin pukul 12.00 WIB pintu air Karet terukur 630 centimeter, artinya Siaga I. Dengan tinggi air lebih dari 600 centimeter maka daerah-daerah yang teredam banjir adalah beberapa wilayah di Jakarta Pusat," ucapnya.

Daerah tersebut yakni Stasiun Tanah Abang, Jati Baru, Petamburan, Jakarta Barat yakni Jati Pinggir, JPO antara Roxy, Latumenten, dan Jakarta Utara yakni Teluk Gong, Perumahan nelayan Kapuk, dan Muara Angke.

"Sementara itu pintu air di beberapa sungai juga bergerak naik. Pintu air Katulampa naik menjadi 80 centimeter (Siaga III) pada pukul 12.00 WIB. Pintu Manggarai naik menjadi 800 centimeter (Siaga III) pukul 11.00 WIB dan 825 centimeter (Siaga III) pada pukul 12.00 WIB," paparnya.

Selain itu, Pintu air Pasar Ikan 208 centimeter (Siaga II) dan pintu air Pluit naik menjadi 30 centimeter.

Dengan kondisi seperti ini banjir diperkirakan berpotensi meluas. Pasokan air dari hulu makin meningkat sementara itu wilayah hilir sudah terendam banjir.

"Warga di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung yaitu di Kampung Pulo, Gang Arus, dan Pengadegan harus waspada banjir. Banjir masih menggenangi air mancur depan Indosat arah Jalan Abdul Muis setinggi 50 centimeter sehingga tidak bisa dilewati. banjir di Kelapa Gading dan Sunter juga makin naik," tuturnya.

Dia mengimbau masyarakat selalu waspada. "Banjir Jakarta bukan saja disebabkan oleh luapan sungai. Tapi buruknya drainase perkotaan dan tata ruang yang tak terkendali menyebabkan banjir makin sulit ditangani," katanya.

(ant/lif)

Kolom lainnya
TOPIK UTAMA
News | Olahraga | Ekonomi Bisnis | Otomotif | Tekno | Gaya Hidup | Hiburan | Kesehatan | Kuliner | Travel | Ragam | Wawancara | Corporate Social Responsibility | Internasional | Nusantara | Ramadhan 1438 H | Kolom | Opini | Foto

FOLLOW COVESIA.COM

facebook icon twitter icon YouTube icon g+ icon rss icon