• Search
  • Menu
Home » Kolom

Impian Mobil Nasional dan Kegundahan Anak Bangsa

oleh: Gusrizal

*Pemerhati Pendidikan dan Sosial

Sabtu, 14-02-2015 • 10:35 WIB
Impian Mobil Nasional dan Kegundahan Anak Bangsa

Covesia.com - Ide pembuatan mobil nasional (mobnas) bukanlah berita baru, mobil Esemka yang digadang-gadangkan akan menjadi mobil nasional seolah tenggelam bak ditelan bumi.

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Malaysia beberapa waktu lalu telah menghasilkan beberapa kesepakatan, salah satu diantaranya adalah kesepakatan kerjasama pembuatan mobil nasional (mobnas) dengan menggandeng pabrikan mobil Malaysia-Proton.

Sekarang tiba-tiba muncul lagi ide pembuatan mobil nasional, ini artinya kita mulai dari nol lagi. Untuk menjadikan mobil Esemka menjadi mobil nasional, itu hanya proses, tinggal beberapa langkah tahapan lagi ke arah itu.

Sebagai anak bangsa, tentu saja kita bangga bila bangsa ini bisa duduk sejajar dengan bangsa lain dan mempunyai kebanggaan akan produk nasional. Ucapan "Cintailah Produk Nasional" sedapat mungkin janganlah hanya sebatas slogan saja.

Memahami akan kebanggaan produk dalam negeri, maka pada bulan Maret 2012, saya menemui Pak Jokowi yang waktu itu beliau menjabat Walikota Solo.

Salah satu topik pembicaraan waktu itu adalah memberikan dukungan pembuatan mobil nasional Esemka sebagai cikal bakal mobil nasional, berupa penandatanganan pembelian mobil Esemka.

Namun hal itu urung terlaksana. Menurut beliau, "jangan dulu Gus, kita belum lulus uji emisi, nanti saja" bagi saya ini adalah sebuah bentuk dukungan real. Tidak berhenti sampai di sana, dukungan kembali diberikan. Masih ditahun yang sama, saya memprakarsai mengundang Pak Jokowi ke Kota Bukittinggi, Sumatera Barat untuk memberikan paparan terkait dengan mobil Esemka dihadapan para kepala sekolah kejuruan di Sumatera Barat.

Salah satu butir dukungan kami adalah, Sekolah Teknologi di Sumbar siap untuk mendukung program mobil Esemka. Kemudian tahun 2013, tepatnya di bulan Oktober, saya kembali melakukan pertemuan dengan Pak Jokowi yang bertempat di Gubernuran.

Pertemuan dengan Gubernur itu masih dalam rangka memberikan dukungan bagaimana mewujudkan mobil Esemka menjadi mobil nasional. Ada hal yang menarik dalam pembicaraan waktu itu, "Gus, terkait mobil Esemka, memang kita sudah lolos uji emisi, namun sekarang ada masalah lain yaitu saya sekarang di DKI, tentu Gus dapat memahami kondisi saya toh?" Dalam obrolan lanjut dengan beliau waktu itu, saya sempat berseloroh, "Ya wis Mas, kalau begitu kita tunggu mas jadi Presiden saja" Beliau hanya menjawab dengan senyuman.

Pada Oktober 2014, beliau resmi menjadi Presiden di negeri ini. Saya mendukung mobil Esemka sama sekali tidak ada kepentingan, baik secara pribadi atau pun golongan, namun yang terpenting adalah sebuah kebanggaan bila bangsa ini punya sesuatu yang dapat dibanggakan. Semoga saja di era pemerintahan ini, Sang Presiden bisa merealisasikan keinginan anak bangsa menciptakan teknologi karya dari anak bangsa itu sendiri.

Kolom lainnya
TOPIK UTAMA
News | Olahraga | Ekonomi Bisnis | Otomotif | Tekno | Gaya Hidup | Hiburan | Kesehatan | Kuliner | Travel | Ragam | Wawancara | Corporate Social Responsibility | Internasional | Nusantara | Ramadhan 1438 H | Kolom | Opini | Foto

FOLLOW COVESIA.COM

facebook icon twitter icon YouTube icon g+ icon rss icon