• Search
  • Menu
Home » Kolom

Uni Eropa Sampaikan Janji Keuangan Soal Tindakan Iklim ke PBB

oleh: Chaidar

*Wartawan

Sabtu, 07-03-2015 • 13:26 WIB
Uni Eropa Sampaikan Janji Keuangan Soal Tindakan Iklim ke PBB

Covesia.com - Uni Eropa pada Jumat (6/3) menyampaikan rencana aksi resminya mengenai iklim setelah 2020 kepada PBB. Namun janji itu diragukan oleh beberapa organisasi non-pemerintah.

Rencananya, seperti disebut Intended Nationally Determined Contribution (INDC) yang diposting di jejaring UN Framework Concention on Climate Change (UNFCCC), Uni Eropa berjanji akan mengurangi buangan gas rumah kaca sampai sedikitnya 40 persen paling lambat pada 2030 dibandingkan dengan tingkat pada 1990, melalui upaya domestik.

Uni Eropa menyatakan sasarannya merupakan "kemajuan mencolok" dan sejalan dengan kebutuhan untuk mengurangi sampai separuh buangan gas global sampai 2050 dibandingkan dengan tingkat pada 1990.

Namun, beberapa organisasi non-pemerintah meragukan bahwa sasaran itu yang mulanya ditetapkan dalam pertempuan puncak Uni Eropa pada Oktober lalu, jauh dari mencukup sehubungan dengan kemampuan saat ini dan tanggung-jawab sejarah yang diemban Uni Eropa.

Pada babak terdahulu pembicaraan iklim PBB, para pejabat dari negara berkembang telah mengeritik bahwa sasaran 40 persen mesti dicapai paling lambat pada 2020 dan bukan 2030. Sebab, buangan gas di Uni Eropa sudan berkurang sebanyak 19 persen pada 2013 dibandingkan dengan tingkat pada 1990.

Saat ini, Uni Eropa hanya sepakat untuk mengurangi buangan gas sebesar 20 persen sampai 2020 dibandingkan dengan tingkat pada 1990.

Kurangnya isi mengenai dukungan teknologi dan keuangan buat negara berkembang dan ganti rugi buat negara yang rentan dalam buangan gas Uni Eropa pada Jumat juga memicu kekecewaan.

"Bagaimana kita bisa menyesuaikan diri dengan dampak perubahan iklim tanpa komitmen mengenai keuangan? Bagaimana pemerintah Afrika bisa meningkatkan aksi iklim mereka, jika mereka tidak didukung keuangan dan teknologi yang tersedia buat mereka?" demikian pertanyaan yang disampaikan oleh Azeb Girmai dari LDC-Watch di Ethiopia.

"Kurangnya komitmen keuangan adalah kurangnya komitmen bagi kesepakatan iklim yang berarti di Paris," katanya.

Uni Eropa adalah pihak kedua yang memberikan sumbangannya kepada UNFCCC, yang berpusat di Bonn, Jerman.

Semua negara diminta mengajukan rencana mereka sebelum Oktober tahun ini, sebagai pendahuluan bagi kesepakatan baru mengenai iklim universal yang direncanakan ditandatangani di Paris pada Desember tahun ini.

Bagi negara yang "sudah siap melakukan itu", tenggatnya ditetapkan penghujung Maret.

(ant/zik)

Kolom lainnya
TOPIK UTAMA
News | Olahraga | Ekonomi Bisnis | Otomotif | Tekno | Gaya Hidup | Hiburan | Kesehatan | Kuliner | Travel | Ragam | Wawancara | Corporate Social Responsibility | Internasional | Nusantara | Ramadhan 1438 H | Kolom | Opini | Foto

FOLLOW COVESIA.COM

facebook icon twitter icon YouTube icon g+ icon rss icon