• Search
  • Menu
Home » Opini

Pemboikotan, Antara Penting dan Tidak

oleh: Afrianto Daud

*Pengamat Sosial/ Pendidik

Kamis, 08-12-2016 • 16:12 WIB
Pemboikotan, Antara Penting dan Tidak

Bagi rakyat badarai, pemboikotan apapun itu, bisa jadi antara penting dan tidak. Pemboikotan seperti tak begitu penting, karena tidak jarang pemboikotan itu tidak terlalu terlihat efektivitasnya.

Produk yang diboikot bisa saja tetap hidup, atau bahkan makin berkembang. Cukup banyak contohnya.

Beda, kalau yang memboikot itu negara. Negara dengan otoritasnya memang bisa melakukan pemboikotan dengan sangat efektif. Karena negara memiliki wewenang membuat regulasi.

Karenanya, pemboikotan rakyat kecil baiknya tidak dipahami secara literal. Semangat pemboikotan produk tertentu itu harus lebih dilihat secara figuratif, bahwa dia adalah lambang perlawanan.

Pemboikotan adalah di antara cara menyampaikan pesan yang cukup efektif. Pesan perlawanannya bisa sampai kepada pihak yang dimaksud dengan sangat baik dan cepat.

Dalam konteks Indonesia, hashtag #boikotmetrotv yang sempat trending dalam beberapa jam di twitterland, satu atau dua hari yang lalu, misalnya, atau petisi yang ditandatangani ribuan orang untuk memboikot Metro TV, sepertinya cukup efektif menyampaikan pesan dan sekaligus warning kepada pengelola TV ini, untuk tidak main-main dalam pemberitaan mereka.

Pihak Metro TV misalnya dengan cepat merespon, membuat klarifikasi, memasang sponsored message di beranda sosial dalam menjawab poin yang dituduhkan kepada mereka.

Saya yakin, bahwa perlawanan netizen terhadap Metro TV (mungkin juga Sari Roti) telah mendapat perhatian serius dari pihak perusahaan.

Hasilnya? Setidaknya Metro TV mendapat pelajaran berharga bahwa pada akhirnya mereka harus sadar bahwa publik adalah pemilik sah kanal informasi. Karenanya mereka harus menjalankan tugas kejurnalisan mereka secara adil, dan (juga) independen.

Melalui aksi perlawanan itu, Metro TV dipaksa harus menyadari bahwa TV mereka bisa saja ditinggalkan masyarakat, jika mereka tidak menjalankan misi suci jurnalisme mereka.

Jadi, perlawanan melalui gerakan pemboikotan bukanlah sama sekali tidak penting.

Terakhir, walau memboikot apa saja adalah hak siapapun, rakyat tentu juga harus sadar bahwa mereka harus menyampaikan perlawanan itu dengan cara-cara beradab.

Karenanya, indikasi pelecehan oleh segelintir orang kepada wartawan yang sedang bekerja di lapangan tidak boleh terjadi.

Opini lainnya
TOPIK UTAMA
News | Olahraga | Ekonomi Bisnis | Otomotif | Tekno | Gaya Hidup | Hiburan | Kesehatan | Kuliner | Travel | Ragam | Wawancara | Corporate Social Responsibility | Internasional | Nusantara | Ramadhan 1438 H | Kolom | Opini | Foto

FOLLOW COVESIA.COM

facebook icon twitter icon YouTube icon g+ icon rss icon