• Search
  • Menu
Badan POM Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Senilai 1,8 MiliarBadan POM Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Senilai 1,8 Miliar di Balai Pengawasan Obat dan Makanan Padang, Jumat (11/8/2017) (Foto:Covesia/Primadoni)
Home » Berita News

Badan POM Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Senilai 1,8 Miliar

Primadoni | Jumat, 11-08-2017 | 14:25 WIB

Covesia.com - Badan POM kembali memusnahkan produk obat, obat tradisional, kosmetik dan produk pangan ilegal hasil pengawasan Balai Besar POM (BBPOM) di Padang dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari 1,8 miliar rupiah. Pemusnahan secara simbolis dilakukan secara langsung oleh Kepala Badan POM, Penny K. Lukito dengan disaksikan oleh Polda Provinsi Sumatera Barat, Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Barat dan BNN Provinsi Sumatera Barat di halaman kantor BBPOM di Padang, Jumat (11/8/2017).

Kepala BBPOM Padang, Zulkifli menyebutkan, produk yang dimusnahkan merupakan hasil pengawasan BBPOM di Padang sepanjang tahun 2015-2017. Dari hasil pengawasan tersebut, produk yang dimusnahkan terdiri dari 860 item (29.568 pieces) obat dengan nilai keekonomian lebih dari 171 juta rupiah. 50 item (1.116 pieces) pangan dengan nilai keekonomian lebih dari 652 juta rupiah. 745 item (8.968 pieces) kosmetik dengan nilai keekonomian lebih dari 350 juta rupiah. 519 item (5.755 pieces) obat tradisional dengan nilai keekonomian lebih dari 274 juta rupiah. Selain itu juga dimusnahkan hasil pengawasan BBPOM di Padang selama 2016, yang terdiri dari 1.677 item (32.602 pieces) produk obat, obat tradisional, kosmetik dan pangan ilegal dengan nilai keekonomian lebih dari 117 juta rupiah.

Kemudian barang bukti titipan milik Kejaksaan yang sudah berkekuatan hukum tetap sebanyak 6 item (1.069 pieces) obat tradisional dengan nilai keekonomian lebih dari 316 juta rupiah. Seluruh barang bukti yang dimusnahkan telah mendapatkan ketetapan pemusnahan dari Pengadilan Negeri setempat, dan akan dimusnahkan di tempat pemusnahan akhir di wilayah Lubuk Minturun Kota Padang, Sumatera Barat, jelas Zulkifli

Zulkifli menjelaskan, sepanjang tahun 2016 lalu, BBPOM di Padang juga telah melakukan penindakan secara pro-justitia atas 24 perkara pelanggaran di bidang Obat dan Makanan melalui beberapa operasi, yaitu Operasi Pangea, Operasi Storm, Operasi Terpadu, serta Operasi Gabungan Nasional (Opgabnas). Ke-24 perkara tersebut terdiri atas 11 perkara terkait obat ilegal, 7 perkara terkait obat tradisional ilegal, 5 perkara terkait kosmetik ilegal dan 1 perkara terkait pangan ilegal.

Sementara itu Kepala Badan POM, Penny K.Lukito mengatakan, dalam upaya memberantas peredaran produk ilegal tersebut, Badan POM bersama Balai Besar/Balai POM terus melakukan pengawasan secara komprehensif meliputi pre-market evaluation dan post-market control secara rutin di seluruh Indonesia.

"Kegiatan pemusnahan yang dilakukan Badan merupakan salah satu cara untuk memastikan agar Obat dan Makanan ilegal tidak lagi beredar dan dikonsumsi oleh masyarakat", ujarnya

Lebih lanjut Ia menegaskan komitmen untuk terus mengintensifkan koordinasi dengan lintas sektor terkait demi memperkuat sistem pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia.

Selain memberantas obat dan makanan ilegal, Badan POM juga mendorong produk UMKM untuk memperoleh izin edar dari Badan POM (MD). "Dengan memiliki izin edar dari Badan POM, diharapkan produk UMKM dapat bersaing secara nasional dan internasional", jelasnya Penny

Badan POM kembali mengimbau kepada para pelaku usaha untuk menaati peraturan perundang undangan yang berlaku dalam menjalankan usahanya. Masyarakat juga diharapkan untuk menjadi konsumen cerdas. Laporkan jika menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait peredaran Obat dan Makanan, dan ingat selalu "Cek KLIK". Cek Kemasan dalam kondisi baik, baca informasi PmdUk pada Labelnya, pastikan memiliki Izin edar Badan POM, dan tidak melebihi masa Kedaluwarsa, pungkas Kepala Badan POM.

(don)

Baca juga
Berita News lainnya
SUMBAR TERKINI
GALERI FOTO
VIDEO
TOPIK UTAMA
News | Olahraga | Ekonomi Bisnis | Otomotif | Tekno | Gaya Hidup | Hiburan | Kesehatan | Kuliner | Travel | Ragam | Wawancara | Corporate Social Responsibility | Internasional | Nusantara | Kolom | Opini | Foto

FOLLOW COVESIA.COM

facebook icon twitter icon YouTube icon g+ icon rss icon