• Search
  • Menu
4 Desnitasi Wisata Unggulan Tanjung Pinang, Kepulauan RiauDestinasi wisata Tanjung Pinang
Home » Berita Travel

4 Desnitasi Wisata Unggulan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau

Ila Sean | Sabtu, 09-09-2017 | 11:59 WIB

Covesia.com - Bila anda memiliki rencana untuk berlibur ke Kota Tanjung Pinang, adalah suatu rencana yang tepat. Karena Tanjung Pinang menawarkan cukup banyak wisata pilihan yang layak untuk anda kunjungi.

Berikut covesia mengulas dari beberapa sumber, 3 objek wisata di Tanjung Pinang yang bisa anda jadikan sebagai rekomendasi:

Masjid Raya Sultan Riau

Jika berkunjung ke Tanjung Pinang, Kepulauan Riau tersebut memiliki icon yang wajib dikunjungi yakni Masjid Sultan Riau.

Letaknya yang sangat strategis. Berada di dekat dermaga dan persis di depan gerbang bertuliskan "Selamat Datang". Bangunan tersebut nampak megah dari luar. Warnanya kuning mencolok dengan aksen hijau. Konon, masjid tersebut dibangun dengan bahan putih telur sebagai perekat.

Masjid Raya Sultan Riau dibangun pada masa pemerintahan Yang Dipertuan Muda VII Raja Abdurrahman tahun 1832. Ia merupakan cucu dari Raja Haji Fisabililah, pahlawan nasional Indonesia asal Riau.

Bangunan utamanya berukuran 18 x 20 meter dan ditopang empat tiang beton. Begitu naik tangga dan melewati gerbang masjid, di sisi kiri dan kanan terdapat pendopo. Masjid tersebut memiliki 13 kubah yang bentuknya seperti bawang.

Uniknya, jumlah keseluruhan menara dan kubah di masjid ini ada 17 yang melambangkan rakaat shalat lima waktu sehari semalam. Hambali mengatakan bahwa mulanya masjid tersebut dibangun dengan kayu. Bentuknya juga kecil, tidak sebesar saat ini. Namun, lama-lama masjid itu tak muat menampung masyarakat Pulau Penyengat untuk beribadah.

Hal menarik lainnya dari masjid ini yaitu ayat suci Al Quran yang ditulis tangan oleh Abdurrahman Stambul. Bukan Raja Abdurrahman yang memprakarsai masjid ini, melainkan penduduk biasa di Pulau Penyengat.

Abdurrahman yang menulis Al Quran ini dikirim oleh Kerajaan Lingga ke Mesir untuk memperdalam ilmu agama Islam. Begitu kembali, dia menjadi guru dan terkenal dengan Khat atau kaligrafi gaya Istanbul.

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva

Cara paling simpel dan murah untuk merasakan liburan di China adalah dengan mengunjungi kawasan pecinan, klenteng atau vihara yang ada di kota masing-masing.

Beruntung sekali anda memiliki rencana liburan ke Tanjung Pinang. Disana terdapat vihara megah yang bisa dikunjungi baik untuk wisata religi atau berburu objek fotografi.

Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, rumah ibadah etnis Tionghoa dan penganut agama Buddha di Tanjungpinang. Vihara tersebut dibangun pada tahun 2010 dengan arsitektur yang unik dilengkapi dengan patung-patung murid Budha yang disebut dengan Arahat dalam berbagai ekspresi wajah.

Beberapa sumber menyebutkan jumlah keseluruhan patung tersebut mencapai seribu buah sedangkan sumber lainnya hanya menyebutkan jumlahnya sekitar 500-an. Untuk membuatnya simpel dalam penyebutan, kompleks patung tersebut disebut dengan "Patung 1000 Wajah."

Patung-patung yang berada di Vihara Ksitigarbha Bodhisattva dibuat dalam berbagai ukuran. Mulai dari tinggi 1,7 meter hingga 2 meter.

Traveler dari berbagai daerah pun bisa berkunjung ke vihara ini baik dengan tujuan beribadah maupun untuk sekedar rekreasi, sebab vihara ini memang dibuka untuk umum.

Bagi yang tertarik untuk berkunjung ke vihara ini bisa langsung meluncur ke alamat Km 14 arah Kijang, kota Tanjungpinang. Lokasinya tidak sulit ditemukan dan hanya berjarak 10 menit perjalanan dari bandara Raja Ali Haji Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Dijamin koleksi fotomu akan semakin ciamik saat datang ke vihara ini.

Pulau Penyengat

Rasanya tidak sah mengunjungi Tanjung Pinang, Kepulauan Riau, jika tidak menyeberang ke Pulau Penyengat. Pulau ini menjadi salah satu kebanggaan Tanjung Pinang karena kaya situs bersejarah peninggalan Kerajaan Riau.

Berdasarkan sejarah, pulau ini merupakan tempat pertahanan Raja Kecil melawan serangan Tengku Sulaiman dari Hulu Riau pada tahun 1719. Kemudian, sejumlah benteng pertahanan dibangun pada 1782-1784 untuk menghadapi perang melawan Belanda.

Dari kota Tanjung Pinang, Pulau Penyengat bisa dijangkau dengan menumpangi kapal mesin. Perjalanan menyeberangi laut Penyengat itu memakan waktu sekitar 10 hingga 15 menit.

Balai Adat Indra Perkasa

Balai Adat Indra Perkasa merupakan salah satu bangunan peninggalan sejarah yang sekarang dipergunakan sebagai objek wisata di Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau.

Gedung ini sangat berdekatan bahkan letaknya berhadapan dengan pantai yang ada di kota Tanjung Pinang, Riau

Gedung ini juga dipergunakan sebagai gedung serba guna oleh masyarakat setempat, seperti untuk pertemuan atau acara penting. Kegiatan daerah juga terkadang diadakan di gedung tersebut.

Pesona Balai Adat Indera Perkasa dapat dilihat ketika sudah memasuki area gedung, anda dapat menemukan Balai Utama dengan ukuran yang cukup besar lengkap dengan lima buah balai kecil yang mengelilingi di kedua sisinya.

Saat masuk lewat pintu depan, anda akan disambut dengan deretan puisi-puisi Gurindam 12 yang terpajang megang di dindingnya.

Dari bagian depan tersebut, anda juga dapat melihat langsung pemandangan laut beserta dermaganya yang sangat panjang dan menjorok ke lautan.

Bagian dalam gedung tidak kalah menakjubkan. Terdapat barisan foto para Sultan yang pernah memimpin di zaman dahulu dan dipajang pada dinding bagian atas gedung.

Ruangan yang ada di dalam ini memang khusus didesain untuk acara pernikahan. Sehingga, jangan kaget bila anda menemukan panggung pelaminan seolah seperti baru saja ada pasangan yang melangsungkan pernikahannya di gedung ini.

Biasanya, yang melakukan acara pernikahan di gedung ini adalah para penduduk asli yang tinggal di Pulau Penyengat. Bahkan, bukan hanya satu, melainkan terdapat 3 buah panggung pelaminan sekaligus dalam satu gedung Balai Adat Indera Perkasa dengan desain khas Melayu.

Pada sisi kanan dari arah Balai Utama yang terdapat di depan, ada ruangan yang disebut dengan kamar pengantin. Kamar tidur pengantin diberi warna kuning dengan kelambu putih dan hiasan kain yang megah terpasang di dinding kamar menambah daya tarik gedung. Gedung ini memiliki struktur bangunan yang sangat mirip dengan rumah panggung.

Terdapat mata air yang tersedia di area bawah gedung. Pengunjung yang datang biasanya membasahi wajah atau sekadar berkumur-kumur untuk merasakan kesegaran mata air alami yang ada di kota Tanjung Pinang. Sensasi mata air yang dingin akan menepis panasnya terik matahari.

(sea)


Travel

Ikuti perkembangan topik berita Travel:
Baca juga
Berita Travel lainnya
SUMBAR TERKINI
GALERI FOTO
VIDEO
TOPIK UTAMA
News | Olahraga | Ekonomi Bisnis | Otomotif | Tekno | Gaya Hidup | Hiburan | Kesehatan | Kuliner | Travel | Ragam | Wawancara | Corporate Social Responsibility | Internasional | Nusantara | Ramadhan 1438 H | Kolom | Opini | Foto

FOLLOW COVESIA.COM

facebook icon twitter icon YouTube icon g+ icon rss icon