• Search
  • Menu
Daerah Rawan Tsunami, Kota Pariaman Fungsikan Pembangunan dan Gedung Sebagai ShelterIlustrasi Shelter yang ada di Padang (Foto:Covesia/Primadoni)
Home » Berita Nusantara

Daerah Rawan Tsunami, Kota Pariaman Fungsikan Pembangunan dan Gedung Sebagai Shelter

Primadoni | Rabu, 13-09-2017 | 17:13 WIB

Covesia.com - Ketersedian shelter penanganan bencana daerah rawan tsunami merupakan kebutuhan Kota Pariaman dalam evakuasi jika adanya gempa yang berpotensi tsunami.

Kepala Stasiun BMKG Padang Panjang, Rahmat Triyono, pada rapat koordinasi pembentukan Tim koordinasi penanggulangan bencana kota Pariaman bertempat di Aula Balai Kota Pariaman, Rabu (13/9/2017) menyampaikan, melihat morfologi Kota Pariaman yang cukup datar dan jauh dari perbukitan tentu shelter sangat diperlukan untuk evakuasi penduduk dengan jumlah tertentu

Pembangunan shelter memakan biaya yang cukup besar, namun yang penting untuk sementara ada upaya pengurangan resiko dengan edukasi. Karena tempat atau di Kota Pariaman tidak ada perbukitan, tentunya pemko harus perlu pembangunan shelter.

Rahmat Triyono mengatakan, pembangunan shelter tersebut tidak hanya pemerintah saja, namun masyarakat pun bisa dengan cara bergotong-royong jika ada bukit yang cukup tinggi dengan membuatkan tangga untuk naik ke bukit. Pasalnya, tidak mesti menunggu pemerintah.

"Anggaran pembangunan shelter itu sebesar Rp 30 milyar. Maka untuk itu, pemerintah mencari daerah rawan dan mencarikan tempat dimana akan di evakuasi nantinya"

Sebenarnya shelter tidak hanya mengandalkan bangunan khusus saja, namun masyarakat bisa juga memanfaatkan bangunan hotel atau gedung sebagai evakuasi jika adanya gempa yang berpotensi tsunami.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pariaman, Yaminu Rizal, mengatakan saat ini Kota Pariaman masih konsentrasi dengan shelter yang bersifat horizontal. Jadi untuk pembangunan sebenarnya sudah ada pemasangan batu pertama dulu pada tahun 2012. Mungkin karena anggarannya cukup besar, maka mungkin ini alasan masih belum terwujud," katanya.

Berdasarkan kebutuhan, kota pariaman membutuhkan shelter sebanyak lima shelter yang sesuai dengan masyarakat yang terancam sebanyak 60 ribu. Ada 70 persen masyarakat Kota Pariaman yang terancam, karena mayoritas masyarakat tinggal dekat kawasan pantai.

Berkaitan dengan pembangunan baru saat ini seperti Pengadilan Agama dan sekolah-sekolah tersebut yang bersifat shelter. Jadi, bangunan itu nantinya akan dimanfaatkan sebagai shelter," ujarnya.

Reporter Pariaman: Rozi Yardinal

Baca juga
Berita Nusantara lainnya
SUMBAR TERKINI
GALERI FOTO
VIDEO
TOPIK UTAMA
News | Olahraga | Ekonomi Bisnis | Otomotif | Tekno | Gaya Hidup | Hiburan | Kesehatan | Kuliner | Travel | Ragam | Wawancara | Corporate Social Responsibility | Internasional | Nusantara | Ramadhan 1438 H | Kolom | Opini | Foto

FOLLOW COVESIA.COM

facebook icon twitter icon YouTube icon g+ icon rss icon