• Search
  • Menu
Sebelum IJP, Ini Sejumlah Tokoh Nasional Diciduk Terlibat Kasus NarkobaIlustrasi (Foto: Covesia)
Home » Berita News

Sebelum IJP, Ini Sejumlah Tokoh Nasional Diciduk Terlibat Kasus Narkoba

Utari Dwi Rahma S | Kamis, 14-09-2017 | 12:54 WIB

Covesia.com - Politikus Golkar Indra J Piliang (IJP) ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkotika Polda Metro Jaya di sebuah tempat karaoke di Taman Sari, Jakarta Barat, Rabu malam (14/9/2017). Menurut polisi, urine Indra Piliang positif mengandung narkoba.

Indra J Piliang yang selama ini dikenal sebagai pengamat dan peneliti bidang politik, pemerintahan daerah, konflik, pertahanan, keamanan, hingga otonomi daerah.

Sehari-hari beraktivitas sebagai Dewan Penasehat The Indonesian Institute. Selain itu, Indra adalah Ketua Departemen Kajian Kebijakan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, sekaligus Ketua Dewan Pelaksana Badan Penelitian dan Pengembangan DPP Partai Golkar.

Dalam struktur Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Kemasyarakatan MKGR, Indra dipercaya sebagai Deputi Sekjen. Dalam kepengurusan Dewan Pimpinan Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Indra menjabat sebagai Wakil Sekjen.

Selain itu, Indra menjadi Komisaris Utama PT Gerilya Tuah Malaka yang bergerak di bidang konsultan komunikasi, penelitian dan politik.

Banyak pihak yang menyayangkan penangkapan terhadapnya karena menghambat karir politik dan prestasi IJP yang terbilang gemilang ini.

Sebelum IJP berikut sejumlah tokoh tanah air yang diamankan pihak berwajib terlibat kasus narkoba yang Covesia rangkum dari berbagai pihak, Kamis (14/9/2017).

Pejabat Sekretaris Negara Baharuddin Mamasta

Ia ditangkap pada 23 Desember 2016 silam, Polisi menemukan satu bungkus shabu-shabu di mobil miliknya.

Bupati Ogan Ilir dan Wakil Bupati Luwu

Lengkap sudah jajaran pejabat yang tersangkut narkoba, mulai aparat hukum, legislatif, birokrasi, hingga sekarang pemimpin daerah.

Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi Mawardi yang ditangkap kemarin dan menghebohkan pemberitan, positif menggunakan narkotik jenis sabu.

Sebelumnya seorang wakil bupati dari Kabupaten Lawu juga ditangkap di hotel usai berpesta sabu bersama 6 rekannya.

Ridho Rhoma

Penyanyi dangdut Ridho Rhoma ditangkap polisi di sebuah hotel di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Sabtu (25/3/2017) dini hari.

Hasil tes urine "pangeran dangdut" ini menunjukkan bahwa ia positif mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Polisi juga menyita sabu seberat 0,7 gram dalam tas kertas cokelat yang disimpan di jok depan kiri mobil Honda Civic yang ditumpangi Ridho.

Kakak Ridho, mantan penyanyi cilik Debby Veramasari, merasa sangsi bahwa adiknya mengonsumsi sabu karena beban kerja.

Sementara itu, ayah Ridho, "Raja Dangdut", Rhoma Irama, mengatakan bahwa putranya mengonsumsi sabu untuk kesenangan dan menurunkan berat badan.

Ridho kini masih menjalani proses hukum berupa rangkaian sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Ia sebelumnya dipindahkan dari Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jawa Barat, ke Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, untuk melancarkan pelaksanaan rangkaian sidang itu.

Iwa K

Beberapa minggu saja sesudah Ridho ditangkap, rapper Iwa K mengalami hal yang sama.

Iwa ditangkap polisi dari Mapolresta Bandar Udara Soekarno-Hatta di Terminal 1 A Bandar Udara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (29/4/2017).

Ia kedapatan membawa ganja seberat 1,5 gram yang terkandung dalam tiga linting rokok miliknya.

Kuasa hukum Iwa, Chris Sam Siwu, mengatakan bahwa sebenarnya Iwa tidak berniat mengonsumsi narkoba. Namun, ketika ditawari, ia jadi ingin mencoba.

"Yang namanya lingkungan kan kita enggak tahu. Ya, mungkin Iwa enggak kepikiran menggunakan, tapi kan di sekelilingnya kan ada aja yang menawarkan barang," lanjut Chris.

Saat ini, Iwa resmi direhabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur.

Permintaan rehabilitasi dari keluarga Iwa diterima penyidik Mapolresta Bandar Udara Soekarno-Hatta, karena hasil tes assesament dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa Iwa bukan pengguna berat narkoba.

Pretty Asmara

Bintang sinetron 'Saras 008', Pretty Asmara, ditangkap tim Subdirektorat 2 Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya pada Minggu (16/7). Ia diduga sebagai seorang pengedar narkoba di kalangan artis-artis baru yang juga ikut tertangkap bersamanya di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta Pusat, pukul 01.00 WIB.

Terhitung ada 9 orang termasuk Pretty yang diringkus oleh pihak kepolisian. Mereka adalah Pretty Asmara, Hamdani Virgakusumah, model dan bintang iklan Sisi Salsabila, artis sinetron Asri Handayani, penyanyi Daniar Widiana, Model Gladyssta Lestira, dan tiga orang pedangdut yaitu Emilia Yusuf, Erlin Susanti, dan Melly Karlina.

Bersama mereka, ditemukan juga barang bukti berupa sabu seberat 2,04 gram beserta alat hisapnya, 23 butir pil ekstasi, dan 38 butir pil H5 atau Happy Five serta uang tunai sebanyak Rp 25 juta.

Ironisnya, status Duta Anti Narkoba sempat disandang kepada pesinetron Pretty Asmara. Ia bahkan kerap mengampanyekan setop narkoba kepada kalangan selebiti. Ia juga sempat foto bersama Kepala BNN, Komjen Budi Waseso.

(utr)

Baca juga
Berita News lainnya
SUMBAR TERKINI
GALERI FOTO
VIDEO
TOPIK UTAMA
News | Olahraga | Ekonomi Bisnis | Otomotif | Tekno | Gaya Hidup | Hiburan | Kesehatan | Kuliner | Travel | Ragam | Wawancara | Corporate Social Responsibility | Internasional | Nusantara | Ramadhan 1438 H | Kolom | Opini | Foto

FOLLOW COVESIA.COM

facebook icon twitter icon YouTube icon g+ icon rss icon